SDI AS-SALAM Sambut Siswa Baru dengan Konsep Riang

SDIT AS-SALAM merupakan salah satu SDI Islam ternama yang ada di kota Malang, tepatnya berada di jalan Wonoreo 1A. Seperti pada SD yang lain, dalam masa penerimaan siswa baru ada tradisi tersendiri yang dilakukan yakni dengan istilah MATADOR (Masa Taaruf dan Orientasi Siswa). Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun dengan tujuan sebagai masa pengenalan antara siswa yang satu dengan yang lainnya. Selain itu, kegiatan ini dibuat sebagai ajang pembelajaran awal yang menyenangkan supaya bisa terkesan nyaman dan mudah beradaptasi dengan suasana lingkungan yang baru.

Pada tahun 2018 ini ada sebanyak 83 yang mendaftarkan diri di SDI AS-SALAM. Akan tetapi, untuk bisa masuk bukan hal yang mudah. Pasalnya ada berbagai macam tes yang dilakukan yakni bu Amelia, M. Psi selaku pakar psikologi di Malang. Kemudian dilanjutkan dengan tes tahfid dan tes calistung. Hal ini dilakukan secara berkala dengan penyeleksian menurut kriteria tertentu untuk melihat kemampuan masing-masing siswa. Melihat antusian siswa baru yang luar biasa ini yang membuat persaingan semakin ketat. Namun, dari serangkaian tes tersebut hanya diambil 50 siswa dengan dibagi menjadi 2 kelas pararel (1A dan 1B)
Rangkaian kegiatan yang dilakukan pada masa orientasi siswa di SD AS-SALAM atau yang sering dikenal dengan MATADOR ini dilakukan selama 3 hari. Selama proses pelaksanaan, semua guru antusias untuk mensukseskan acara. Hal ini dibuktikan dengan banyak guru yang ikut andil dalam pelaksanaan matador ini.
Hari pertama matador
Hari pertama merupakan hari yang biasanya paling ditunggu-tunggu oleh siswa baru, karena mereka pertama kalinya mamasuki dunia baru setelah jenjang TK. Pastinya lingkungan dan suasana yang dirasakan pun juga berbeda. Dari sinilah membuat konsep pelaksanaannya dibuat dengan suasana yang riang.

Sesuai jadwal yang sudah ditetapkan, siswa baru masuk tepat waktu pada pukul 07.00 dengan catatan orang tua hanya boleh mengantar sampai depan gerbang. Ini tidak lain untuk memberikan kesan mandiri kepada siswa. Kemudian semua guru dengan wajah gembira siap menyambut di depan pintu gerbang untuk diarahkan menuju ruang kelasnya. Sesampainya di kelas, siswa dibelajarkan untuk salat duha berjamaah dengan diselingi murojaah bersama.

Ketika konsep keagamaan ini diterapkan, kemudian siswa diajak masuk kelas untuk belajar menulis mimpi atau cita-citanya. Ada sebagian guru yang bertugas membagikan note dan balon kepada siswa. Kemudian siswa kelas 6 selaku kakak tingkat belajar mengarahkan adik tingkatnya untuk menuju lapangan bersama untuk mengikuti acara pembukaan matador.
Acara matador ini dibuka oleh kepala sekolah dengan diikuti oleh semua guru dan siswa mulai kelas 1 sampai kelas 6. Beberapa rangkaian acaranya ada pembukaan oleh kepala sekolah Drs. M. Arief Chuseni, MKpd. Kemudian dilanjutkan dengan siswa baru atau siswa kelas 1 melepas balon yang bertuliskan cita-cita mereka ke angkasa. Makna dari pelepasan ini tidak lain untuk memberikan kesan bahwa cita-cita yang mereka tuliskan bisa tercapai yang melambung tinggi di angkasa.

Hari kedua matador
Memasuki hari kedua ini dengan konsep pengenalan ruangan dan fasilitas yang ada di SD AS-SALAM. Hal ini tidak lain sebagai gambaran bahwa mereka (siswa baru) bisa mendapatkan fasilitas sebagaimana yang tercantum pada pamflet yang sudah beredar. Kemudian acara dilanjutkan dengan penguatan mental siswa untuk berani tampil di depan umum.
Siswa SD kelas 1 dibagi menjadi beberapa kelompok, dari sini masing-masing kelompok memasuki ruang kelas 2 sampai kelas 6 untuk memperkenalkan diri secara bergantian. Pastinya ini menjadi pengalaman tersendiri bagi siswa yang belum terbiasa berbicara di depan kelas. Tidak lupa pula, siswa diperkenalkan dengan beberapa ekstrakulikuler khusus untuk kelas bawah. Di antaranya ada menggambar, mewarnai, tari islami, karate dan english and arabic club. Selain itu, di isi dengan meteri tentang thoharoh dan Readhing together.

Hari ketiga matador
Rangkaiang acara pada hari ketiga ini digunakan sebagai sarana untuk Placement Test Ummi & Tahfidz. Tujuannya tidak lain yaitu mengetahui sejauh mana kemampuan anak dalam menghafal dan membaca Al-Quran. Kemudian ada Pembagian jadwal pelajaran + buku komunikasi siswa. Dibuatnya buku komunikasi ini sebagai penghubung dengan orang tua ketika siswa ada tugas, maka orang tua bisa mengetahui dengan mudah.

Di sela-sela acara diatas siswa diajak untuk bermain yakni dengan dongeng dari Kak Bagus untuk mencairkan suasana supaya tidak tegang. Di samping itu, dari wali kelas memberikan Materi Adab pada Ortu, Guru, dan teman di sekolah untuk bekal kedepannya supaya bisa lebih tertib. Pada hari ketiga ini sekaligus merupakan penutupan acara Matador Bapak Drs. M. Arief Chuseni, MKpd dengan pelepasan ID Card.

Rangkaian kegiatan selama 3 hari tersebut dilakukan sebagai bentuk pembelajaran bagi siswa baru. Siswa terlihat sangat antusias dan senang dengan digambarkan semangatnya dalam mengikuti rangkaian acara yag ada. Bahkan, dari adanya kegiatan matador ini siswa menjadi semakin akrab dan saling mengenal antara yang satu dengan yang lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *