Rasa Bangga SDIT As-Salam

Rasa Bangga SDIT As-Salam di Ajang Kompetisi Nasional 2018

Salah satu prestasi membanggakan SDIT As-Salam dimunculkan dari siswa kelas 2 bernama Shafaa Naila Utomo. Dia berhasil masuk final olimpiade sains kuark 2018. Proses seleksi dilalui dengan persaingan yang cukup ketat, yakni diikuti oleh kurang lebih 90 ribu siswa se-Indonesia. Hebatnya, SDIT As-Salam termasuk salah satu SD terpilih yang mengikuti Babak Final Olimpiade Sains Kuark (OSK) 2018 di Tangerang yang diselenggarakan di Titan Center Bintaro (Sabtu, 7 Juli 2018) dan Universitas Pembangunan Jaya (Minggu, 8 Juli 2018). Sebanyak 300 finalis yang berasal dari 126 kabupaten/kota di 28 provinsi di Indonesia. Tidak hanya sekedar datang untuk mengikuti Babak Final Olimpiade Sains Kuark Shafaa juga membawa riset mengenai perubahan iklim yang tergabung dalam Mini Research Project “Aksiku untuk Bumiku.” PT Kuark Internasional selaku penyelenggara Olimpiade Sains Kuark (OSK). Kali ini Shafaa membuat pH meter alami yang dibandingkan dengan kertas lakmus untuk menguji sifat asam basa suatu larutan. Keakuratan dilihat dari warna yang telah terlihat setelah beberapa detik bahan-bahan diteteskan ke dalam larutan. Hal ini dikarenakan lingkungan SDI As Salam yang letaknnya di tanah persawahan, maka Shafaa menguji kelayakan sumber air minum yang berada di sekolah.

Perjuangan ini Shafaa kuatkan dengan rasa optimis dan usaha yang sungguh-sungguh. Selain itu,tidak lepas dari perjuangan Bapak dan Ibu guru yang sudah bersedia melakukan pembinaan secara intensif kepada Shafaa kurang lebih selama 3 bulan. Waktu pembinaan ini dilaksanakan sepulang sekolah selama 60 menit setiap harinya. Peran orang tua juga begitu besar dalam memberikan support dan fasilitas pembelajaran. Sampai masuk sebagai finalis sudahlah menjadi perjuangan yang luar biasa bagi Shafaa. Pada prosesnya hanya ada satu prinsip “pokoknya membaca”. Walaupun bukan siswa yang juara kelas, namun prestasi dan kecintaannya terhadap dunia sains sangat besar. Hal inilah yang membawanya berhasil menjadi finalis olimpiade tingkat nasional. Adapun kegiatan yang diselenggarakan terbagi menjadi 2 yakni kegiatan untuk finalis dan pendamping.

Hari pertama, Sabtu 7 juli 2018
Agenda para finalis adalah mengikuti ujian tertulis dan bereksperimen dengan presentasi mini research. Shafaa akan mempresentasikan riset kepada Menteri LHK RI, Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc, sekaligus berdiskusi dengan perwakilan dari KLHK RI. Bapak Helmi Basalamah selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM). Kemudian dilanjutkan mengunjungi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK RI). Setelah itu dia diajak berkunjung ke PT Winner Knitting Sumbiri. Sedangkan kegiatan pendamping adalah mengikuti acara seminar Climate Change Education. Bukan hanya itu, para pendamping diwajibkan juga untuk mengikuti workshop tambahan “Ayo Bermain Sains dan OSK Mini”.

Hari kedua, Minggu 8 juli 2018
Agenda untuk pendamping adalah mengikuti games bazaar. Sedangkan agenda para finalis adalah mengikuti science exhibition. Adapun serangkaian kegiatan dilalui Shafaa dengan tetap semangat. Kemudian dilanjutkan penganugerahan medali OSK 2018 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI., Anies Baswedan, Pakar Fisika Indonesia, Prof. Yohanes Surya Ph.D., Direktur PT Kuark International, Sanny Djohan, Leader dharma dexa, Gloria Haslim, dan Mantan Menteri Pendidikan tahun 1993-1998, Wardiman Djojonegoro di Kampus Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), Tangerang Selatan, Banten. Sesaat setelah pengumuman Shafaa pun tiba-tiba meminta maaf kepada guru pendampingnya belum bisa membuat bangga nama sekolah diajang kompetisi sains di tanah air setelah acara selesai. Namun dari pihak keluarga dan guru pendamping memberikan dorongan supaya dia tetap semangat.
“Janganlah pernah menyerah ketika kita masih mampu berusaha lagi. Tidak ada kata berakhir sampai kita berhenti mencoba” – Tetap dan terus belajar untuk siswa-siswa SDI As Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *