Setiap siswa tentu mendambakan situasi belajar yang menyenangkan saat di sekolah.
Setiap siswa tentu mendambakan situasi belajar yang menyenangkan saat di sekolah. Belajar menyenangkan membuat mereka mudah untuk memahami materi yang disampaikan oleh guru. Agar pembelajaran menyenangkan, belajar tidak harus monoton dilakukan di dalam kelas saja, namun juga bisa di luar kelas.
Di SD Islam As-Salam terdapat agenda rutin setiap Sabtu untuk menciptakan situasi belajar yang menyenangkan. Kegiatan itu disebut student day. Salah satu tema yang digagas pada kegiatan student day adalah dolanan tradisional (mainan tradisional). Kegiatan tersebut mengajak siswa untuk belajar sambil bermain. Siswa diperkenalkan dengan berbagai permainan tradisional. Diantaranya permainan dakon, bekel, lompat tali, boy-boyan, engklek, lompat batu, dan colek lidi. Tema dolanan tradisional dipilih untuk mengenalkan jenis-jenis permainan tradisional kepada siswa.
Student day dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga pukul 09.30. Konsep kegiatan student day dengan tema dolanan tradisional tersebut terbilang unik. Pasalnya, siswa diajak bermain layaknya ketika mengunjungi tempat wisata. Mulanya, setiap siswa diberi gelang kertas yang tertera gambar jenis-jenis permainan tradisional.
Di halaman sekolah, sudah dibentuk pos-pos kecil yang dijaga oleh seorang guru. Setiap pos berisi satu permainan tradisional. Tugas siswa adalah mendatangi setiap pos tersebut untuk memainkan dolanan tradisional yang ada. Lihat seru dan asyiknya siswa SDI As-Salam ketika bermain…

Siswa begitu antusias dan penuh konsentrasi saat bermain dakon.
Mereka berlomba-lomba untuk menjadi pemenang dalam permainan ini.

Siswa yang ini sedang asyik bermain lompat tali.
Awalnya mereka merasa kesulitan saat harus melompat melewati tali yang berputar.
Berbekal semangat pantang menyerah, akhirnya permainan ini berhasil mereka taklukkan

Bu Fika membantu memegang tongkat egrang siswa.
Sebagai pemula, siswa belum bisa menyeimbangkan badan ketika melakukan permainan ini

Sebelum bermain, Bu Susy menjelaskan terlebih dahulu cara bermain colek lidi ini.
Siswa mendengarkan penjelasan dari Bu Susy sembari megamati lidi yang mereka miliki

Bu Rully mempraktekkan cara bermain bekel yang benar kemudian diikuti oleh siswa.
Nampak tangan mungil mereka masih kesulitan ketika harus menangkap bola bekel yang dilempar

Ini adalah salah satu permainan beregu yang membutuhkan konsentrasi cukup tinggi.
Setiap siswa yang memegang tongkat harus membuka dan menutup tongkat tersebut secara berirama. Artinya ketukan pada setiap tongkat harus sama antara siswa satu dengan siswa yang lain.
Seorang siswa bertugas untuk melompati tongkat jika dalam keadaan terbuka.
Apabila terdapat siswa pemegang yang tongkat yang lengah, maka irama ketukan akan menjadi tidak sama. Jika ini terjadi maka kaki siswa yang melompati tongkat dapat terjepit dan terluka
Ketika siswa SDI As-Salam berhasil memainkan dolanan tradisional dengan benar, guru penjaga pos akan mencoret atau memberi tanda di gelang siswa.
Nampak para siswa begitu antusias mengikuti kegiatan ini. Beberapa di antara mereka ada yang masih belum mengenal jenis permainan tersebut, sehingga guru harus mempraktekkan cara bermainnya terlebih dahulu. Bahkan beberapa siswa merasa tidak cukup jika hanya memainkannya sekali. Hal ini menimbulkan antrian yang cukup panjang bagi siswa lain yang ingin bermain. Guru selalu menekankan agar siswa membudayakan antre. Sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Kegiatan-kegaitan yang menyenangkan dan edukatif seperti ini memang sangat penting untuk diajarkan kepada anak. Hal ini untuk memberi pengalaman belajar yang menyenangkan kepada siswa. Salah satunya tentang dolanan tradisional. Permainan tradisional perlu dikenalkan kepada anak agar mereka turut mempelajari dan secara otomatis akan melestarikan keberadaan permainan tradisional tersebut. Ini dilakukan agar permainan-permainan tradisional tidak punah tergerus zaman.







